Kamis, 01 Mei 2014

task 2

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP DESAIN RUMAH

Desain bangunan rumah, seperti villa ini merupakan hasil dari pemikiran awal terhadap potensi lingkungan yang ada disekitarnya, dalam hal ini pemandangan pegunungan yang cukup menakjubkan.
astudioarchitect.com Terdapat faktor yang sangat mempengaruhi bagaimana kita merancang bangunan yang sering dilupakan baik oleh arsitek maupun owner. Faktor tersebut adalah faktor lingkungan, yaitu bagaimana lingkungan disekitar lahan bisa mempengaruhi perancangan desain arsitektur. Tidak hanya desain denah, namun juga tampilan bangunan dipengaruhi juga oleh bagaimana lingkungan dan interaksinya dengan bangunan. Rumah dibangun berdasarkan kondisi lapangan yang kadang sesuai dan kadang tidak sesuai dengan keinginan. Diantara faktor lingkungan yang perlu diperhatikan, terdapat beberapa faktor yang paling kuat.




Pada beberapa keadaan lingkungan yang tidak mendukung maka kondisi rumah yang kita tempati dan sebagai tempat kita berlindung akan beralih fungsi menjadi tempat yang membuat kita merasa ngeri dan takut. Misalnya saja pada daerah rawan gempa maka konstruksi rumah yang tidak mendukung dan tidak tahan terhadap gemba akan membuat kita selalu kawatir bila berada di dalam rumah dan mungkin terjadi gempa sewaktu-waktu.



Rumah tahan gempa memiliki konstruksi rumah yang bukan saja kuat, namun kaku (rigid ). Konstruksi rumah menjadi satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah. Sambungan antara tiang, balok pengikat fondasi (sloof ), balokpengaku (ringbalk ), dan rangka atap saling mengikat satu sama lain. Jika rumah diguncang gempa, konstruksinya tidak mudah ambruk.Untuk Bearing Wall dalam  rancangan rumah bertingkat menerapkan prinsip konstruksi rumah tahan gempa. Ia menggunakan semacam struktur yang mengutamakan dinding sebagai penahan beban bangunan. Termasuk menahan beban dari luar seperti angin, hujan, serta gempa.Dengan bearing wall ini rumah memiliki struktur yang kokoh, stabil, dan tahan terhadap goncangan beban akibat gempa. 


Yang kedua, rumah yang berada pada daerah dataran rendah (laut) akan memiliki bebrapa masalah lain, diantaranya  dinding rumah akan mengalami pengeroposan pada materialnya. Udara pada daerah pantai cenderung asin dan dapat mempercepat keausan bangunan rumah.cara penganggulangan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan bahan materia yang tahan terhadap kondisi asin. Seperti contoh penggunaan batu bata putih sebagai material pembuatan dinding akan lebih kuat dibandingakan penggunaan batu bata merah




Berbeda dengan membangun rumah di lahan biasa, banyak hal yang harus diperhatikan untuk rumah di dekat pantai. Hal itu dikarenakan kondisi lahan pantai yang cenderung berpasir dan berbatu. Konstruksinya harus kuat di bawah dan sedapat mungkin tidak merusak lingkungan. Tidak ada keharusan untuk menggunakan fasad dengan gaya tertentu. Yang lebih penting dari itu adalah orientasi bangunannya yang memaksimalkan pemanfaatan view laut.
Bukaan-bukaan dan ventilasi yang baik dapat mengatasi udara lembab di tepi pantai. Udara yang panas dapat disiasati dengan menanam banyak pohon. Pohon-pohon tersebut juga dapat menjadi penahan apabila terjadi angin kencang yang membawa serta pasir. Maka konsep arsitektur tropis lebih dianjurkan untuk rumah di tepi pantai. Perpaduan material bangunan yang kuat dan desain yang aerodinamis dapat mengokohkan bangunan, sehingga bangunan dapat bertahan ketika diterpa angin kencang.
Optimalisasi eksterior
Karena orientasi bangunan yang dari dalam ke luar, rumah pantai sebaiknya lebih banyak diolah di eksteriornya. Misalnya dengan menghadirkan patio, gazebo, dek untuk menikmati pemandangan laut, dan elemen eksterior lainnya. Disarankan untuk menambahkan teras dan balkon di setiap kamar, agar view pantai yang indah tidak tersia-siakan. Hal kecil seperti hadirnya shower di bagian luar rumah akan menjadi penting untuk rumah di dekat pantai. Tentu saja fungsinya untuk membersihkan diri ketika hendak memasuki rumah setelah berjalan-jalan dan bermain di pantai.
berbeda dengan rumah yang berada  di daerah pegunungan , rumah di daerah tersebut cenderung ,menggunakan konstruksi yang kokoh dengan kerangka cakar ayam yang kuat yang bertujuan untuk menahan longsor sewaktu-waktu

0 komentar:

Posting Komentar